6 Tahap Menyusun Strategi Content Marketing

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Content Marketing sangatlah penting, dalam hal mendatangkan pengunjung dan mendorong mereka untuk membeli produk dan jasa yang kita tawarkan.

Content-Marketing-Initiatives-300x181.png

Secara umum ada 3 tahapan dalam content marketing

3-tahap-konten-marketing

6 Tahap berikut ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara membuat strategi content marketing anda sendiri.

1. Memahami 3 tujuan dari konten

konten bertujuan untuk:

  1. Mendatangkan visitor
  2. Meningkatkan kepercayaan
  3. Penjualan

Ada satu tambahan, meningkatkan kepercayaan.

Sebuah konten tidak bisa digunakan untuk 3 tujuan tersebut sekaligus.

Konten untuk mendatangkan visitor berbeda dengan konten untuk mendapatkan penjualan.

2. Mengenali audiens atau target pasar anda

Biasanya kebanyakan orang menggunakan Google Search untuk mencari informasi, atau panduan untuk menyelesaikan masalah, ada juga yang memang ingin membeli sesuatu. Tapi yang berniat membeli barang itu cuma sedikit.

Jaman sekarang informasi sudah dimana-mana, sebelum membeli sesuatu kita biasanya mencari informasinya dulu lewat internet. Supaya tahu mana yang terbaik.

Prinsip content marketing: membantu menyelesaikan masalah dulu, baru menjual

Berarti sekarang kita harus menyediakan konten yang menyelesaikan masalah (yang berhubungan dengan apa yang kita jual). Supaya tahu masalahnya, kita harus “kenal” dengan mereka.

Cara mengenalnya?

Dengan membuat buyer persona.

Buyer persona adalah representasi semi-fiktif yang menggambarkan kustomer ideal berdasarkan riset pasar dan data dari kustomer anda.

Mengenali siapa target yang pas untuk membeli produk yang kita tawarkan.

Kita kumpulkan semua informasi tersebut, jadikan sebuah karakter.

Itulah buyer persona.

Lebih lengkapnya mengenai data yang diperlukan:

  1. Pekerjaan: jabatan dan deskripsi pekerjaan
  2. Biodata: umur, perkiraan penghasilan, pendidikan, keluarga
  3. Hobi, rutinitas, ketertarikan, perilaku ber-internet
  4. Ambisi (tujuan) dan halangan/tantangan
  5. Apa yang bisa anda bantu untuk mencapai tujuan

Dengan begitu kita bisa membuat konten yang pas buat mereka.

Buyer-Persona

3. Buat perencanaan & pemetaan konten

Catatan

Ada 2 jenis konten yang sering kita temui di internet. Saya suka mengibaratkan konten ini seperti nasi putih dan nasi merah.

Nasi putih itu “ringan”, dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

Sedangkan nasi merah itu lebih berat, nutrisinya lebih banyak, tapi hanya orang-orang di kalangan tertentu yang suka mengkonsumsi nasi merah.

Konten juga seperti itu.

  1. Konten nasi putih: isinya ringan, bisa dinikmati oleh banyak orang, bahkan bisa berpotensi menjadi viral
  2. Konten nasi merah: isinya lebih mendalam, tentang industri bisnis anda, tidak bisa dinikmati oleh banyak orang, tapi orang-orang yang memang butuh bakal cinta dengan konten ini

Strategi content marketing anda harus mengandung kedua jenis nasi.

Konten nasi putih berfungsi untuk menarik pengunjung agar mendatangi website anda. Konten seperti ini akan membuat banyak orang kenal dengan website anda.

Sementara konten nasi merah akan membuat mereka yakin dan percaya dengan kualitas anda.

Dalam tahap perencanaan konten, tugas anda adalah melakukan pemetaan ide konten ke dalam masing-masing tipenya untuk tiap persona.

Content-Mapping

misalkan saya punya bisnis menjual tiket pesawat:

  • Pengenalan: “50 tujuan wisata terpopuler di Asia Tenggara”
  • Pengenalan: “Cerita berlibur ke Singapura dengan biaya kurang dari 1 juta”
  • Branding: “Persiapan berlibur ke luar negeri”
  • Branding: “Perencanaan budget berlibur ke Singapura”
  • Penjualan: “Panduan menemukan tiket pesawat murah”

4. Memahami strategi pembuatan konten

Piramida-strategi-konten.png

kita ingin supaya beberapa orang yang datang ke konten penjualan akhirnya ingin membeli

Strategi-Internal-Link

Di dalam konten pengenalan anda terdapat link menuju konten branding. Tujuannya supaya mereka tahu bahwa anda punya sesuatu untuk mereka.

Kalau tidak, maka sebagian besar akan langsung pergi tanpa menyadari bahwa anda menjual sesuatu.

Artikel itu salah satu jenis konten, dan konten bukan cuma artikel.

Ini tipe-tipe konten:

  • eBook
  • Action list/lembar kerja
  • Tool (biasanya berupa program/app)
  • Template
  • Studi kasus/analisa
  • Infografis
  • Slide presentasi
  • Video
  • Webinar
  • Artikel blog
  • Post di social media

5. Lakukan distribusi konten

Tanpa melakukan distribusi, konten sebagus apapun tidak akan pernah populer

Ini tahapan mendistribusikan konten:

  1. Pastikan anda sudah memiliki konten yang luar biasa. Mempromosikan konten yang tidak berkualitas justru akan merusak reputasi anda
  2. Install alat bantu analisa seperti Google Analytics
  3. Sediakan metode untuk “menangkap” pembaca, lakukan email list building
  4. Mempromosikan Konten

6. Ukur dan analisa hasil kerja

Tolak ukur keberhasilan untuk konten pengenalan:

  1. Jumlah visitor
  2. Jumlah share ke social media
  3. Jumlah backlink

Tolak ukur keberhasilan untuk konten branding:

  1. Jumlah subscriber
  2. Tingkat konversi pelanggan
  3. Jumlah follower di akun jejaring social

Tolak ukur keberhasilan untuk konten penjualan:

  1. CTR menuju landing page/halaman penjualan
  2. Pendapatan
  3. Tingkat konversi penjualan
  4. ROI, perbandingan antara biaya yang dikeluarkan untuk konten dengan pemasukan yang didapatkan dari konten

 

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “6 Tahap Menyusun Strategi Content Marketing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s